Mengapa Revolusi Ilmu Pengetahuan Terjadi di Eropa dan Bukan di Dunia Muslim?
Ditulis oleh Umar A. M. Kasule
Sejarah sains memfokuskan kajiannya dengan apa yang terjadi di masa yang lalu berkaitan dengan penemuan-penemuan ilmiah dan juga proses penemuan yang kompleks dan ide yang berkembang dari waktu ke waktu. Fokus ini perlu untuk melihat perilaku suatu masyarakat yang diduga telah memberikan sumbangan terhadap fenomena ilmiah sepanjang sejarah. Dalam rangka inilah suatu peradaban bangsa tertentu patut dihargal atas konstribusinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang saat ini menjadi monopoli Barat dan Amerika.
Banyak penulis sejarah ilmu pengetahuan berpendapat bahwa fenomena ilmu pengetahuan sekarang ini merupakan hasil mutlak dan akal barat dan berusaha mengesampingkan sumbangan bangsa lain. Mereka tertanik dengan keyakinan ini, karena fakta menunjukkan bahwa revolusi ilmu pengetahuan memang terjadi di Eropa Barat. Bagaimanapun, melabelkan semua khazanah ilmu pengetahuan hanya kepada Barat adalah kurang tepat. Padahal pada kenyataannya bangsa dan peradaban lainnya seperti Yunani, Gina, India dan Muslim mempunyai konstribusi yang sangat hebat, baik Iangsung maupun tak langsung kepada fenomena ilmu pengetahuan.
Dalam rangka membangun sains baru, Francis Bacon menulis Novuni Organum (Instrumen Baru), Tartaglia menulis Nova Scientia (Sains Baru), Giambattista Vico Nova Scienza (Sains Baru), Kepler Astronomia Nova (Astronomi Baru), dan Galileo Two New Sciences (Dua Sains Baru).
Dalam astronomi lama, sistem Ptolemaik itu lebih dominan daripada sistem Aristotelian, tetapi dalam kedua sistem itu bumi adalah sentral dan tetap, benda-benda langit bergerak dalam orbit-orbit sirkular, dan alam semesta itu terbatas.
Meskipun dominan, sistem Ptolemaik berada di ujung tanduk. Ia tidak lagi menggambarkan realitas seperti yang sebenarnya. Misalnya, sebagai sebuah sistem matematis, ia membahas bulan, matahari, dan planet-planet secara terpisah dan menggunakan dua konstruksi independen agar dapat menentukan property simultan bulan, yaitu ukuran dan posisi bulan.
Demikian juga, ia tidak lagi sesuai dengan fenomena, dan kalender yang bergantung pada sistem ini adalah menyesatkan. Equant, salah satu model geometris Ptolemy, memperkenalkan ketidakseragaman (non-uniformity).
Peradaban Barat menjadi lebih berbeda dan lebih kuat dibandingkan dengan peradaban-peradaban lain disebabkan oleb adanya perubahan revolusioner seperti Revolusi Keilmuan, Revolusi Perancis, Revolusi Industri, profesionalisasi ilmu, interaksi rapat antara ilmu dan teknologi dan revolusi-revolusi abad ke-20 dalam ilmu yang saling berkesinambungan yang pada akhirnya tidak hanya mempengaruhi Barat itu sendiri, tetapi juga seluruh dunia. Jika kita perhatikan, faktor-faktor yang paling penting dalam revolusi-revolusi ini ada!ah teknologi dan sains. Teknologi, yang meliputi pengetahuan praktis, telah dirnulai oleh manusia pertama dan sains telah dimulai oleh para filosof Yunani pertama sekitar 600 SM. Namun, sainssebelum Revolusi llmiahserta sebelum Revolusi Industri, merupakan subyek yang timbul tenggelam secara bergantian dalam peradaban-peradaban yang berbeda. Dengan Revolusi llmiah dan Industri, sains maupun teknologi menjadi tiang utama dalam peradaban Barat, tetapi sampai dekade pertengahan abad ke- 19, keduanya mengikuti jalan-jalan yang berbeda dan independen. Teknologi, terutamanya, telah berkembang tanpa suatu input ilmiah.