Logo
   
   
Sekilas Islamisasi Ilmu: Antara Al-Attas dan Al-Faruqi
Ditulis oleh Rosnani Hashim   

ImageSejak Eropa mengalami Renaisans hingga saat ini, perkembangan ilmu-ilmu rasional (’aqliyah) dalam semua bidang kajian sangat pesat dan hampir keseluruhannya dipelopori oleh ahli sains dan cendekiawan Barat. Sudah tentu ilmu yang dikembangkan ini dibentuk dari acuan pemikiran falsafah Barat, yang dituangkan dalam pemikiran yang paling berpengaruh yaitu sekularisme, utilitiarianisme dan materialisme. Pemikiran ini mempengaruhi konsep, penafsiran, dan makna ilmu itu sendiri. Sekularisasi yang melibatkan tiga komponen terpadu (penolakan unsur transenden di alam semesta, pemisahan agama dari politik, dan ketidakmutlakan atau relativitas) bukan saja bertentangan dengan fitrah manusia (yang merupakan tashawwur ’world view’ Islam), tetapi juga memutuskan ilmu dari pondasinya dan mengalihkannya dari tujuannya yang hakiki. Karenanya ilmu Barat justru menimbulkan lebih banyak masalah dan kekeliruan daripada melahirkan keharmonisan, kebaikan dan keadilan.

Baca selengkapnya
 
Kerangka Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Al-Faruqi
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

ImageSalah satu tokoh utama yang mencetuskan ide islamisasi ilmu adalah Ismail Raji’ Al-Faruqi, seorang sarjana muslim Palestina dengan spesialisasi filsafat, dan lama tinggal, belajar, dan mengajar di Amerika Serikat (Temple University). Pada tahun 1982 telah diselenggarakan Seminar Islamisasi Ilmu Pengetahuan di Islamabad, Pakistan, dan dihadiri oleh para sarjana (ilmuwan) berbagai disiplin ilmu dari berbagai negara muslim.

Berikut ini kerangka dari tulisan Ismail Raji’ Al-Faruqi dibawah judul “Islamization of Knowledge : General Principles and Workplan”, diterbitkan oleh International Institute of Islamic Thought (IIIT) tahun 1402 H / 1982 M.

Baca selengkapnya
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 37 - 38 dari 38